Indikasi Korupsi Adanya Kongkalikong Monopoli Penjukan Rekanan yang sama setiap Pemeliharaan Rutin Tebas Bayang D.I. BWSS VI Kerinci Jambi
wartacika.net, – Kerinci Jambi- Dugaan kongkalikong atau monopoli rekanan dalam kegiatan pemeliharaan rutin seperti tebas bayang pada Daerah Irigasi (D.I.) di wilayah Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) sering kali memicu sorotan publik.
Praktik ini biasanya melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang diduga meloloskan perusahaan yang sama setiap tahunnya tanpa evaluasi lelang yang transparan.
Praktik persekongkolan atau monopoli pengadaan proyek pemerintah memiliki beberapa indikasi yang sering disorot oleh lembaga pengawas:
Sistem Penunjukan Langsung, Modus ini kerap terjadi pada proyek bernilai di bawah batas tertentu melalui penunjukan langsung (PL) atau proses tender yang diskenelari agar dimenangkan oleh kontraktor tertentu.
Lemahnya Pengawasan, Perusahaan yang selalu dimenangkan sering kali mengerjakan proyek asal-asalan, bahkan tidak dikerjakan ( piktif) tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan minimnya transparansi pelaporan.
Hal ini berpotensi Kerugian Negara, Monopoli ini berisiko memicu mark-up (penggelembungan) anggaran dan kualitas pekerjaan fisik yang buruk, merugikan keuangan negara, serta tidak memberikan manfaat maksimal bagi jaringan irigasi petani di Wilayah D.I Siulak Deras Kerinci.
Masyarakat dan pegiat antikorupsi di wilayah Kerinci sering menyoroti pengawasan BWSS VI Jambi dan konsultan pengawas yang dinilai kurang disiplin dalam menjalankan tugas mereka di lapangan.
Noverial Ketua Investigasi LSM PELDAK menemukan kegiatan tebas bayang yang asal – asalan tidak sesuai dengan standar ukuran tinggi tebasan bahkan lebih parah lagi banyak ditemukan tidak adanya dilakukan tebasan atau pembersihan di sekitaran Irigasi, sehingga terjadi penumpukan sampah menghambat laju air irigasi , terlihat jelas tebalnya rerumputan di sepanjang aliran irigasi.
Hal ini menunjukan adanya kecurangan yang mengakibatkan kerugian Negara, dengan adanya temuan ini tim wartacika.net berupa untuk menghubungi PPK wilayah Irigasi dan Rawa III D.I BWSS VI Eko yudha Tusidko, ST.,MT, melalui Via WhatsApp +62813661xxxx, masuk dan dibaca namun tidak di respon.
Atas dasar bungkam dan tidak adanya penjelasan dari pihak PPK BWSS D.I VI ini Noverial Merupakan Ketua Tim.Investigasi LSM PELDAK membuat laporan kepihak Bepwajib (APH), dan Ditembuskan ke Inspektorat Jendral PUPR RI jakarta, Kementeian PUPR RI, untuk melakukan tindakan hukum, juga mengepaluasi pejabat yang terkait demi tewujutnya birokrasi yang bersih dan terwujutnya program Persiden RI untuk bisa swasembada pangan, Mengatasi kebocoran keuangan negara yang dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan pihak yang terkait eko belum memberikan tanggapan dan penjelasan. Media wartacika.net selalu memberi ruang untuk hak jawab dan penjelasan bagi pihak merasa terkait. (“””Red)
